Demi Jadi Pencuci Mayat, Orang Ini Tinggalkan Cita-Citanya Jadi Dokter

Serba Serbi 0
banner 468x60

Usia 17 tahun merupakan masa-masa yang paling menyenangkan dan penuh dengan semangat serta waktu emas bagi setiap masa muda. Lain lagi dengan Siao Yun, di usianya yang ke 17 tahun dia harus menanggung keluaraganya dan dia mengubur dalam-dalam cita-cita menjadi seorang dokter.

Demi Jadi Pencuci Mayat, Orang Ini Tinggalkan Cita-Citanya Jadi Dokter

Belum genap usianya 1 bulan ayah Siao Yun meninggal dunia karena kecelakaan saat bekerja. Sedangkan ibunya menikah lagi dan dari suami yang baru mempunyai anak 3 orang laki-laki. Ternyata ibunya meninggalakan suami dan semua anaknya dan lari dengan laki-laki lain. Akhirnya Siao Yun dan ketiga adiknya tinggal dirumah neneknya. Adapun sang nenek bekerja sebagai pemulung tentu bebanpun bertambah berat untuk menghidupi keempat cucunya.

Karena neneknya sudah tua dan kondisi fisiknya yang mulai lemah tidak memungkinkan untuk bekerja, maka keluarga ini menggantungkan hidupnya terhadap Siao Yun saja. Kelurga ini juga mendapatkan bantuan dari pemerintah tetapi itu tidak mencukupi sehingga Siao Yu harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Siao Yun tidak melanjutkan ke SMA tapi ia memilih sekolah SMK agar cepat memperolah pekerjaan, karena setelah pulang sekolah ia bekerja dipompa bensin, sedangkan tengah malamnya ia bekerja sebagai pencuci mayat dirumah duka. Bagi Siao Yun pekerjaan ini memiliki tekanan yang besar tapi gaji nya tinggi. Pekerjaan yang ia lakukan ini adalah pekerjaan pelayanan terhadap masyarakat dan ia pun sangat profesional dalam pekerjaannya.

Sebagian besar dari kehidupan Siao Yun adalah untuk bekerja, ia hanya dapat tidur selama 4 jam dalam satu hari dan iapun tidak merasakan capek karena ia merasa itu pilihannya. Dengan kenyataan yang ia hadapi sekarang Siao Yun membuang jauh-jauh mimpinya menjadi seorang dokter. Menurut dia merawat kelurganya adalah mimpi terbesarnya sekarang.

Siao Yun tumbuh dalam keluarga yang kondisi ekonominya sangat tidak memungkan ia meraih cita-citanya, walaupun masih muda tapi pola pikirnya sudah sangat dewasa, ini karena ia harus bisa menghidupi keluarganya dan ia merupakan tulang punggung bagi nenek dan ketiga adik-adiknya.

Tags:
banner 468x60
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply